Sabtu, 21 Juni 2014

Buruh Pabrik Beromset 100 juta perbulan dari Toko Online

Internet ternyata memang sebuah keajaiban di era sekarang ini. Apapun bisa dilakukan lewat internet. Termasuk mencari uang. Hal inilah yang telah dibuktikan oleh Edi S Kurniawan, seorang buruh pabrik yang berhasil merubah nasibnya melalui keajaiban internet.



Awalnya Edi bukanlah siapa-siapa. Ia hanyalah buruh pabrik biasa dengan penghasilan UMR yaitu 2,6 juta per bulan. Edi sadar jika dirinya tak bisa menggantungkan nasib dengan menjadi karyawan terus. Edi pun lalu coba-coba untuk berbisnis.

Namun entah mengapa setiap kali membuka usaha selalu diikuti dengan bangkrut padahal modalnya itu menggunakan uang bank. Utang Edi semakin menumpuk hinggga 50 juta rupiah. Jika ia mencicil 2 juta per bulan maka utangnya akan lunas 10 tahun kemudian dan itu artinya Edi hanya bisa menghidupi keluarganya per bulan hanya dengan uang 600 ribu rupiah, mengingat gajinya hanya 2,6 juta.

Kenyataan pahit ini membuat Edi harus ekstra keras berfikir. Jika ditinjau dari latar belakang pendiidkan, Edi termasuk orang yang beruntung karena merupakan alumni  STHI jurusan hukum 2003.

Dibalik kesulitan pasti ada kemudahan. Itulah yang dipegang oleh Edi. Suatu hari sang istri mendengar bahwa ada program magang yang diadakan oleh jaringan toko H. Alay Tanah Abang. H. Alay adalah seorang pengusaha yang memiliki jaringan toko di tanah Abang. Setiap tahun sellau menerima “murid” magang untuk diajari berdagang baju. Mengingat Tanah Abang adalah pusat  dari perkulakan tekstil maka Edi pun ikut mendaftar.

Syarat mengikuti magang itu harus bekerja enam hari seminggu selama 3 bulan nonstop dan tidak digaji. Edi pun memilih mengundurkan diri dari tempat bekerjanya agar bisa ikut magang. Sang istri pun sangat mendukung keputtusannya itu. Edi sangat bersyukur sekali istrinya tidak menghalanginya resign dari perusahaan. Apalagi perusahaan juga memberi pesangon 55 juta rupiah. “Saya bersyukur, meski saya mengundurkan diri, tapi pihak manajemen masih memberi pesangon Rp. 55 juta sehingga saya bisa melunasi utang saya. Sisanya untuk modal saya. Dan, karena saya tidak bekerja lagi, istri saya bersedia bekerja kembali di pabrik tas. Itulah bentuk dukungan luar biasa dari istri saya,” ujarnya.

Edi mulai ikut magang sekitar bulan Maret 2007. “Sebab kalau diterusin kerja di pabrik, saya udah enggak semangat. Hampir semua gaji saya habis untuk bayar cicilan utang. Bayangkan, utang saya baru lunas sekitar 10 tahun. Makanya saya semangat pindah quadran,” katanya.

Edi sangat merasakan manfaat magang ditempat H. Alay. Apalagi ketika selesai, Edi dimodali 50 juta untuk mmebuka toko mukenah oleh H. Alay. Edi pun lalu mmebuka lapa sendiri di Tanah Abang blok F3. Dimana ia bekerja sama dengann H. Alay untuk membuka toko pakaian anak. Edi juga dimodali celana anak dari kain perca sejumlah 200 juta.

Membuka Toko Online


“Setelah tiga tahun bekerja sama dengan H. Alay, akhirnya saya memutuskan untuk mandiri, maksudnya supaya bisa lebih kreatif mengembangkan bisnis sendiri. Toko offline saya kembalikan kepada pak haji, lalu saya fokus mengembangkan bisnis online,” Ujar Edi.

Edi lalu mencari investor yang mau memberinya investasi 100 juta dengan konsep bagi hasil. “Ternyata semangat bagi hasil sangat mendukung upaya saya mengembangkan bisnis online. Rencana saya kedepan, ingin mengajak toko-toko di Tanahabang membuka toko online. Sambutannya positif bahkan beberapa sangat antusias. Mimpi saya, semoga kawasan Tanahabang bebas macet karena semua transaksi lewat internet,” ujar Edi mantap.

Edi menyewa toko yang berada dikawasan sepi di Tanah Abang alasannya memang dia tidak terlalu butuh keramaian karena semua dikerjakan online. “Saya sengaja memilih lantai yang sepi. Sebab, 100% transaksi bisnis saya lewat internet. Disini lokasi enggak penting. Tempat sepi, sewanya lebih murah. Yang penting, masih ada bau-bau Tanahabang,” ujar Edi.

Edi membuka toko online grosirtanahabang.com dan grosir pakaian bayi dan anak online dimana omset per bulannya lebih dari 100 juta per bulan.

Setelah bisnisnya maju pesat, Edi kemudian ingin mengajak orang lain untuk usaha online juga. “Jangan takut berwirausaha karena ternyata tak seberat dan sesulit yang kita bayangkan. Disini saya ingin sharing ilmu dan pengetahuan agar orang yang mulai bisnis tak melewati tahap trial and error yang terlalu berat seperti saya dulu,” ujar Edi.
Suka artikel ini? Bagikan : :
Share on FB Tweet Share on G+ Submit to Digg
Description: Buruh Pabrik Beromset 100 juta perbulan dari Toko Online Rating: 5 Reviewer: Toko Murah ItemReviewed: Buruh Pabrik Beromset 100 juta perbulan dari Toko Online